Perubahan Gaya The 1975 dari Album ke Album

Oleh Feronika Suharli

        Anak muda jaman sekarang memiliki selera musik yang beragam, misalnya aliran yang mengikuti tren seperti di Tiktok, pecinta lagu K-Pop, tanah air, bahkan musik klasik termasuk aliran musik rock. Selain terkenal sebagai negara sepak bola, Inggris juga dikenal sebagai rumah sejumlah band papan atas kelas dunia.

        Tanpa perlu berpikir keras, kita bisa menyebut banyak nama band. Sebut saja The Beatles, Oasis, Coldplay, Radiohead, Queen, atau band indie pop-rock yang sedang naik daun yaitu The 1975. Band musik rock The 1975 ini berbasis di Manchester yang beranggotakan Matthew Healy (vokal,gitar), Adam Hann (vokal,gitar), George Daniel (drum), dan Ross MacDonald (bass).


        Sebelum terkenal, The 1975 merupakan band lokal yang sering mengcover lagu punk rock di klub-klub malam di Inggris. The 1975 dikenal sebagai grup musik yang gayanya selalu berubah dari album ke album. Gaya yang dimaksudkan tidak hanya meliputi gaya bermusik, namun juga tampilan band secara keseluruhan mulai dari pilihan wardrobe, desain artwork, serta art direction yang dipilih pada masing-masing era.

1. The 1975 (2013)

        The 1975 memulai berkarya di industri musik lewat album debut mereka yang berjudul "The 1975" dengan warna monokrom serta style punk yang didominasi dengan warna hitam dan jaket kulit ala band rock kebanyakan. Arahan artisitk dari panggung mereka juga tidak jauh dari visualisasi monokromatis dengan mengedepankan bentuk kotak yang menjadi ciri khas mereka.


2. I Like It When You Sleep, for You Are So Beautiful Yet So Unaware of It (2016)

        Berbeda dengan album sebelumnya, pada album ini The 1975 kembali dengan warna cerah yaitu warna pink yang mendominasi. Lagu "The Sound" atau "She's American" dari album yang judulnya super panjang tersebut, album ini diterima secara baik oleh para pendengar dan kritikus musik dan menjadikan The 1975 menjadi band yang paling populer di Britania Raya pada tahun itu.

        Dalam segi make-up, gaya, pemilihan bahan busana, hingga aksi panggung mereka banyak terinspirasi dari era glam rock era 80-an. Era baru, maka desain panggung The 1975 juga harus disesuaikan, kali ini mereka dengan ciri khas yang kurang lebih sama yakni frame persegi panjang namun nuansa pink neon yang cerah, flamboyan, dan modern bahkan lightning persegi panjang monokromatis sekarang berubah menjadi warna pink sesuai dengan arahan artistik album kedua The 1975.


3. A Brief Inquiry Into Online Relationships (2018)

        Setelah jeda 2 tahun, akhirnya The 1975, Matty Healy dan teman-teman membuktikan jika evolusi mereka sebagai musisi bergerak ke arah yang sangat menjanjikan. Sebuah kualitas yang membuat "A Brief Inquiry Into Online Relationships" terdengar sebagai album terkuat The 1975 sejauh ini dan menjadi salah satu album terbaik di tahun 2018. Album ini berani tampil beda dari album-album sebelumnya seperti tidak ada lagi sentuhan gothic, monokromatis, atau glam rock. Selain gaya cerah, pada era ini The 1975 juga banyak mengenakan setelan jas yang cocok dengan nuansa putih album mereka.



        Itulah evolusi album The 1975 dari tahun ke tahun. Tentunya The 1975 akan kembali dengan album yang luar biasa lagi, akan tetapi kembali ke awal selera musik setiap orang berbeda-beda. Mungkin saja kalian yang membaca ini tertarik untuk mendengar karya-karya The 1975 setiap albumnya. Menurut pribadi saya, saya merekomendasikan lagu The 1975 yang berjudul "It's not Living If It's not With You" dan "Robbers".










Komentar